Tampilkan postingan dengan label E-learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-learning. Tampilkan semua postingan
Film media kreatif belajar
21.33.00
Sukabumi/MediaKreatifAP-Belajar itu kewajiban setiap manusia yang hidup, baik itu laki-laki, perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, pejabat atau manusia jelata itu semua wajib hukumnya menuntut ilmu, seperti keterangan mengatakan "Menuntut ilmu itu diwajibkan kepada seorang muslim laki-laki dan muslim perempuan, sejak kita lahir kedunia sampai meninggal nanti". Belajar apa saja asalkan bermanfaat dan berguna tentunya untuk kebaikan, kalimat "belajar bisa dimana saja" itu memang betul, apalgi dijaman sekrang era digital kecanggihan teknologi membuat suatu kegiatan manusia semakin ringan. Ngomongin masalah belajar tidak jauh dari siswa atau pelajar, tentu mejadi seorang pelajar tugas utamanya adalah belajar.
Kalau ngebahas soal belajar jadi inget masa ESEMKA dulu, tiap kali belajar kadang membosankan, karena yang dipelajari dan sistem belajar gitu-gitu aja murid pada bengong dibelakang guru ngomong sendiri yang tiada hentinya didepan kelas, tiap kali ditanya guru, "ngerti anak-anak, jawabnya "ngerti buu..." dari dulu itu.
Apa ada yang ngalamin hal tersebut? itulah peristiwa sejarah kita dan itulah pendidikan di negeri kita tercinta Indonesia.
Belajar itu tidak membosankan loh, contohnya saja disalah satu sekolah swasta panggil saja SMK Pasim Plus, sekolah yang terbilang baru ini sangat kreatif loh dan kegitannya pun mantapz apalagi karya-karya siswanya ga bisa apa-apa lagi deh heheh... bukan promosi tapi silahkan ditiru yang baiknya yah.
Di Pasim selalu saja ada gebrakan yang sangat wow loh, salahsatunya memanfaatkan sistem belajar dari menonton film, pasti kalau yang baru denger kesannya kaya ga ada gunanya yah belajar ko nonton film, Eitz jangan salah kawan, coba perhatikan dari film kita bisa belajar dengan menyenangkan loh, saya kasih contoh, anak kecil biasanya suka yang namanya film kartun atau power rangers dan secara spontan mereka selalu meniru apa yang ada dalam adegan film tersebut dan biasanya suka memerankan tokoh yang mereka sukai.
Hmm jadi dari film kita bisa belajar banyak apa lagi di pelajaran bahasa Indonesia, kita bisa belajar penokohan, alur, latar dan amanat, dari film kita juga bisa belajar sejarah, seni dan budaya lokal, akhlak, impian, dan etos kerja yang baik, ini cuma sebagian kecil loh, bagi kawan-kawan yang merasa bosan dengan belajar yang monoton coba deh ajak temen dan guru disekolah untuk belajar dengan menonton film yang berkualitas. Biasanya yang saya alami setelah menonotn film saya lebih bisa cepat menangkap apa yang saya tonton untuk dipelajar dikampus bareng temen-temen. Terakhir, bahwa film khususnya film Indonesia itu keren loh kita patut berbangga dan apresiasi kepada seniman-seniman dinegeri ini. #Filmmediakreatifbelajar
![]() |
| Lagi belajar |
![]() |
| Belajar menulis kembali isi pesan dari sebuah film |
Apa ada yang ngalamin hal tersebut? itulah peristiwa sejarah kita dan itulah pendidikan di negeri kita tercinta Indonesia.
Belajar itu tidak membosankan loh, contohnya saja disalah satu sekolah swasta panggil saja SMK Pasim Plus, sekolah yang terbilang baru ini sangat kreatif loh dan kegitannya pun mantapz apalagi karya-karya siswanya ga bisa apa-apa lagi deh heheh... bukan promosi tapi silahkan ditiru yang baiknya yah.
Di Pasim selalu saja ada gebrakan yang sangat wow loh, salahsatunya memanfaatkan sistem belajar dari menonton film, pasti kalau yang baru denger kesannya kaya ga ada gunanya yah belajar ko nonton film, Eitz jangan salah kawan, coba perhatikan dari film kita bisa belajar dengan menyenangkan loh, saya kasih contoh, anak kecil biasanya suka yang namanya film kartun atau power rangers dan secara spontan mereka selalu meniru apa yang ada dalam adegan film tersebut dan biasanya suka memerankan tokoh yang mereka sukai.
Hmm jadi dari film kita bisa belajar banyak apa lagi di pelajaran bahasa Indonesia, kita bisa belajar penokohan, alur, latar dan amanat, dari film kita juga bisa belajar sejarah, seni dan budaya lokal, akhlak, impian, dan etos kerja yang baik, ini cuma sebagian kecil loh, bagi kawan-kawan yang merasa bosan dengan belajar yang monoton coba deh ajak temen dan guru disekolah untuk belajar dengan menonton film yang berkualitas. Biasanya yang saya alami setelah menonotn film saya lebih bisa cepat menangkap apa yang saya tonton untuk dipelajar dikampus bareng temen-temen. Terakhir, bahwa film khususnya film Indonesia itu keren loh kita patut berbangga dan apresiasi kepada seniman-seniman dinegeri ini. #Filmmediakreatifbelajar
TI mengubah gaya hidup
16.46.00Sobat blogger Indonesia, jujur aja dengan adanya teknologi ponsel dan internet, bukan hanya merevolusi cara kita berkomunikasi, tapi juga mampu mengubah gaya hidup kita loh. Kalo dulu saat saya bepergian harus selalu siap sedia air minum, bila perlu dibawa serta termosnya heheh, karena susah mencari penjual air minum di perjalanan. Tapi kini, teknologi industri telah merekayasa penjualan air minum dalam kemasan plastik. Nggak perlu dimasak, dan bisa langsung diminum. Sehingga, kalo kita jalan jauh nggak perlu repot-repot bawa termos berisi air minum, karena sudah banyak penjual air minum dalam kemasan lucu yah heheh.... Ketika haus, sementara kita masih di kendaraan, nggak perlu khawatir, karena suatu saat kendaraan berhenti di daerah keramaian, biasanya langsung diserbu penjaja minuman dalam kemasan. Kita bisa membelinya. Murah dan mudah didapat.
Dengan kenyataan seperti ini, selain merevolusi kebiasaan kita dalam memenuhi hajat hidup kita (dalam hal ini soal minum), juga sekaligus mengubah gaya hidup kita. Misalnya, kita akan lebih memilih membawa uang berlebih ketimbang membawa makanan atau minuman dari rumah. Selain repot, tentunya sekaligus jaim alias jaga imej. Meski pergi jauh, nggak khawatir kehausan atau kelaparan. Tinggal beli di jalan dan bekasnya bisa langsung buang ke tempat sampah. Kalo dulu mikir-mikir kan mau buang gelas dan termos bekas minum?
Sobat indonesia, itu pula yang terjadi pada teknologi infoirmasi dan komunikasi ini. Cara kita berkomunikasi memang akhirnya berubah. Kalo dulu ketika kita jauh dari ortu kita biasa berkirim surat via pos untuk berkomunikasi. Atau kalo penting banget bisa menggunakan pesan singkat melalui layanan telegram. Telepon rumah, sebagai media komunikasi verbal, memang akhirnya bisa menggantikan peran komunikasi nonverbal dari surat atau telegram. Tapi, ini juga masih terkendala dengan harganya. Sehingga masih jarang yang mau berlama-lama menelepon SLLJ apalagi SLI. Berhemat pun menjadi pilihan. Mungkin saja berkirim kabar via telepon cukup sebulan sekali atau dua minggu sekali. Kalo pengen lebih hemat lagi ya kirim surat via pos. Tapi dengan risiko dapat balasan yang nggak bisa diprediksi kapan dibalasnya.
Gaya hidup kita saat itu, adalah sesuai dengan cara kita berkomunikasi. Kalo kangen banget kita bisa pulang kampung untuk bertemu dengan orang tua kita. Padahal itu butuh waktu dan tentu biaya yang nggak sedikit. Iya kan? Ponsel, komputer, dan internet belum berkembang pesat teknologinya. Sehingga hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja. Seperti militer. Itu pun kayaknya baru di negara maju aja. Akibatnya, arus informasi tentang dunia luar hanya menerima dari stasiun televisi. Itu pun hanya satu stasiun aja, milik pemerintah. Ya, TVRI. Maka, nggak heran dong kalo mandeknya perkembangan teknologi ini berdampak pula pada gaya hidup masyarakat kita. Di kampung ya akrab dengan suasana kampungnya. Kerbau, sawah, air sungai dan mandi di pancuran yang dialiri dari mata air. Akses informasi yang terbatas mengakibatkan kita jadi hanya tahu sedikit tentang dunia luar. Ada untungnya juga sih, sehingga kasus narkoba nggak marak. Kejahatan modelnya biasa aja. Ya, sekitar maling jemuran dan maling ayam dengan cara konvensional. Sekarang nggak jamannya lagi maling begituan. Gaya hidup yang ditunjukan dengan pergaulan muda-mudi pun jaman dulu tergolong biasa aja. Memang seks bebas udah ada dari dulu. Tapi tingkat kasus dan perkembangannya nggak sedahsyat sekarang.
Oke, jadi kita sepakat ya bahwa teknologi informasi telah mengubah cara kita berkomunikasi dan tentu sekaligus mengubah gaya hidup kita dalamm pendidikan. Jika dulu harus berkirim surat via pos, kini nggak usah repot-repot, tinggal kirim SMS dan dalam hitungan detik udah nyampe. Lagian sekarang ponsel di kampung juga udah banyak orang yang punya. Sebab, BTS (base transceiver station) kini udah didirikan sampe di desa-desa. Artinya, sinyal ponsel tetap nyala. Nggak ada blank spot-nya meski di daerah terpencil. Meski kalo terpencil banget sih kayaknya tetep nggak ada sinyal deh. Pernah sih saya ngalamin kayak gitu. Hehehe…
Kita selaku pelajar gunakanlah TI dengan baik untuk kemajuan pendidikan bangsa kita, secara tidak langsun g TI mengubah gaya hidup kita serta gaya dalam hal pendidikan, tul kan? maju terus Indonesia.
~~Salam semangat~~
Hitungan detik
10.15.00
"Apa lagi yah yang akan terjadi 1 tahun kemudian, 1 bulan, atau 1 minggu bahkan 1 hari kemudian dengan Teknologi...?? yang menggelisahkan seluruh masyarakat".
Bukan cuma dimasyarakat, imbas perkembangan teknologi pun berpengaruh besar dengan pola pembelajaran di sekolah. Banyak sekolah yang telah mencanangkan system pembelajaran modern yang dalam proses pembelajarannya selalu disangkut pautkan dengan ketergunaan Internet. Tentu saja dalam menggunakan internet kita butuh perangkatkat yang dapat mengkoneksikannya,dan hal ini menjadi alasan kuat bagi para pelajar untuk memiliki gadget seperti Notebook,Laptop,Pc Tablet,Mac, Ipad,dll yang tentunya efisien atau mudah dibawa kemana saja hingga dapat mempermudah pelajar memperoleh informasi dimanapun dan kapanpun.
Peran Teknologi dalam Taraf pendidikan
Sering dipertanyakan, adakah pengaruh dari teknologi itu sendiri dengan taraf pendidikan? Tentu saja ada. Taraf pendidikan yang baik tentu saja ada sangkut pautnya dengan teknologi. Bisa kita contohkan Negara Jepang. Jepang adalah Negara yang cukup terkenal dengan teknologinya yang sangat maju. Tentu saja,pendidikan mereka sangat baik. Remaja di Negara mereka sudah dapat menciptakan robot maupun gadget dari yang sederhana hingga yang sistemnya cukup rumit. Hal itu merupakan kebanggaan tersendiri untuk Negara Jepang.
Adakah Dampak Negatifnya?
Pengaruh negative tentu ada. Masyarakat khususnya pelajar seperti dipaksakan untuk selalu bergantung pada gadget. Kita dibuat untuk tidak mau ribet.Well, siapa sih yang gak suka sama semua proses yang instant? Nah dari hal ini, kita jadi selalu memanfaatkan gadget itu sendiri dan interaksi secara langsung pun otomatis berkurang. Selain itu penyalahgunaan gadget itu sendiri kerap kali menjadi masalah. Seperti kemudahan bagi pelajar untuk mengakses hal yang “tidak wajar”.
~~Salam Semangat~~
Create Now Live
05.01.00
Salam semangat sobat blogger Indonesia yang pada kreatif, hmm.. OK saya ini akan membahas mengenai "Peran Teknologi Dalam Meningkatkan Pendidikan Bangsa" Saya mau tanya siapa sih yang saat ini kagak kenal internet, handphone, smartphone, tablet (bukan obat lho!), dan jenis gadget lainnya? dari kalangan anak-anak remaja, pelajar, karyawan, petani, Chef, Bintang film, Polisi, TNI dll dah...
tetangga saya juga anak SD udah terbiasa megang handphone yang saya gunakan, udah kenal istilah dan bahkan pake laptop pula. Tentu saja udah akrab dengan gadget meski lebih banyak sekadar main gim. Bagaimana dengan yang remaja? Rasa-rasanya kita juga sudah sering melihat mereka bercekikikan sambil melototin hape miliknya.
tetangga saya juga anak SD udah terbiasa megang handphone yang saya gunakan, udah kenal istilah dan bahkan pake laptop pula. Tentu saja udah akrab dengan gadget meski lebih banyak sekadar main gim. Bagaimana dengan yang remaja? Rasa-rasanya kita juga sudah sering melihat mereka bercekikikan sambil melototin hape miliknya.
Sobat blogger Indonesia, buat kita yang kebetulan bisa menikmati beragam produk teknologi informasi dan komunikasi, pantas untuk bersyukur (meski tetap kudu waspada akan dampak buruknya). Sebab, masih banyak saudara kita yang bukan saja belum ngeh, tapi karena emang masih terkendala soal dana sehingga belum sempat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Teknologi informasi dan komunikasi ini perkembangannya memang melompat-lompat. Frog jump alias lompatan kodok. Sekali lompat beberapa jarak udah bisa ditempuh. Nggak ngerayap. Tapi benar-benar cepat sekali perkembangannya hmm ini ciuss lohh...
Terus soal internet, siapa pula yang masih kuper dan nggak gaul banget tentang internet? Kayaknya siap-siap deh dieledekin nggak gaul kalo sampe nggak ngeh dengan internet. Sekarang ini, terutama di kota besar, teknologi informasi dan komunikasi bernama internet udah biasa. Menjamurnya warnet di kota-kota besar adalah sebagai indikator paling gampang untuk mengetahui bahwa di daerah itu mudah mengakses internet dan memang ada penggunanya. Lagian siapa yang mo bela-belain buka warnet kalo penduduk di situ masih pada gaptek atau malah nggak ngeh dengan teknologi tersebut. Tul nggak sih?
Sobat blogger yang makin kreatif, ponsel dan internet khususnya, memang mengakomodasi kebutuhan manusia akan teks, suara, dan gambar (termasuk video). Maka, nggak heran kalo komunikasi verbal dan nonverbal bisa dilakukan dari ponsel. Contohnya adanya fasilitas video call, atau memajang video hasil rekaman dari gadget yang kemudian di-share melalui situs jejaring sosial yang sudah tertanam di dalamnya, lengkap dengan fasilitas internet tentunya. Sehingga, kawan-kawannya di dunia lain bisa nonton bareng video hasil rekaman si pemilik gadget.
Maka tak perlu heran pula kalo sekarang banyak remaja yang lebih asik nunduk melototin gadget, berinteraksi dengan kawan-kawannya di dunia maya, di berbagai kesempatan: di jalan, di kendaraan umum, di sekolah, bahkan di kamarnya sendiri, termasuk mungkin saja ada yang tetap nekat membawa ke kamar mandi saking pengennya dapetin update info dari kawan-kawannya atau karena ingin update keberadaan diri dan kondisinya agar orang lain tahu aktivitas yang sedang dijalaninya.
Lalu apa peran teknologi buat dunia pendidikan? Kemajuan teknologi dan informasi merupakan sebuah kenyataan perkembangan dunia yang memberikan banyak akses bagi terjadinya perubahan pola kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang. Kondisi tersebut, turut pula menjadi pemicu bagi upaya-upaya perubahan dalam sistem pembelajaran atau pendidikan. Yakni upaya untuk melepaskan dunia pendidikan dari kungkungan model pembelajaran yang cenderung memaksa anak didik untuk mengikuti pembelajaran yang semakin hari semakin tidak menarik dan membosankan tul kan? Tahu gak ungkapan Paulo Fraire, sekolah tidak lebih merupakan bangunan tembok penjara yang menjerat penghuninya (para siswa) untuk senantiasa mengikuti dan menerima dengan patuh semua ajaran yang terdapat di dalamnya.
Oleh karenanya, dunia pendidikan senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti alur perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian berkembang pesat, karena pendidikan yang tetap pada instruksional kurikulum yang kaku hanya akan menjadikan peserta didik gagap terhadap realita kemajuan teknologi yang semakin tak terbendung.
Dengan pemanfaatan teknologi di dalam dunia pendidikan, diharapkan akan mampu menggeser sifat pendidikan yang cenderung introvet (tertutup) menjadi ekstrovet (terbuka) dan lebih proaktif, sehingga akan semakin memberdayakan proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif dan kompetitif.
~~Salam semangat~~
Jarak tak jadi masalah
04.54.00
Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi
dalam Penyelenggaraan Pendidikan.
"Sobat blogger Indonesia yang pada kreatif, dalam artikel saya kali ini akan membahas atau curhat dengan peristiwa yang pernah saya alami semasa SMP heheh yaitu saya bermasalah dengan jarak untuk belajar atau sekolah maklum orang Kabupaten heheh, hmm yuk kita baca selanjutnya..!!
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.
Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi sesama siswa.
"Nah, itu sobat blogger peran TI sangat berpengaruh dalam meningkatkan dunia pendidikan di Indonesai ini... mudah-mudahan kita bisa lebih giat belajar dalam mememanfaatkan peran TI".
dalam Penyelenggaraan Pendidikan.
"Sobat blogger Indonesia yang pada kreatif, dalam artikel saya kali ini akan membahas atau curhat dengan peristiwa yang pernah saya alami semasa SMP heheh yaitu saya bermasalah dengan jarak untuk belajar atau sekolah maklum orang Kabupaten heheh, hmm yuk kita baca selanjutnya..!!
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.
Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi sesama siswa.
"Nah, itu sobat blogger peran TI sangat berpengaruh dalam meningkatkan dunia pendidikan di Indonesai ini... mudah-mudahan kita bisa lebih giat belajar dalam mememanfaatkan peran TI".
~~Salam semangat~~
E-learning
03.14.00
1.
Bagaimana kita belajar
(how people learn);
2.
Apa yang kita pelajari
(what people learn); dan
3.
Kapan dan dimana kita
belajar (where and when people learn).
"hmm kira-kira apa yah jawaban dari 3 pertanyaan diatas. Ok sobat Indonesia saya sedikit berpendapat mengenai peran Teknologi Informasi dalam pendidikan bangsa dapat dirumuskan". Pertanyaan
pertama, bagaimana kita belajar? ya kalau menurut saya belajar ya belajar, cari ilmu, duduk dikelas dengerin guru yang berbicara, mencatat dari buku, dikasih tugas atau PR hmm ya gtu deh hehe..."Terkait dengan metode atau model pembelajaran cara berinteraksi antara guru dengan siswa sangat menentukan
model pembelajaran.
"Yang saya coba cermati yang terjadi dalam perubahan (tapi bukan NasDem) hehe.. pembelajaran terkait dengan ketergantungan
terhadap guru dan peran guru dalam proses pembelajaran." Proses pembelajaran
seharusnya tidak 100% bergantung kepada guru lagi (instructor dependent) terus berapa % donk? tetapi
lebih banyak terpusat kepada siswa (student-centered learning atau instructor
independent). Guru juga tidak lagi dijadikan satu-satunya rujukan semua
pengetahuan tetapi lebih sebagai fasilitator atau konsultan tul kan?.
Peran Teknologi Informasi dalam model pembelajaran ini sangat jelas. Hadirnya e-learning dengan semua variasi tingkatannya telah memfasilitasi perubahan masyarakat. Secara umum, e-learning dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang disampaikan melalui semua media elektronik termasuk, Internet, satelit, audio/video tape, TV interaktif, dan CD ROM.
Peran Teknologi Informasi dalam model pembelajaran ini sangat jelas. Hadirnya e-learning dengan semua variasi tingkatannya telah memfasilitasi perubahan masyarakat. Secara umum, e-learning dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang disampaikan melalui semua media elektronik termasuk, Internet, satelit, audio/video tape, TV interaktif, dan CD ROM.
kita ambil contoh sekarang ada loh kursus gratis lewat internet, bahkan di Sukabumi ada lewat siaran radio jadi kita tidak usah bingun dan gelisah memikirkan dana untuk kursus, wah kren yah Teknologi sekarang.
Nah kita lanjut. E-learning telah mendorong demokratisasi pengajaran dan proses pembelajaran dengan memberikan kendali yang lebih besar dalam pembelajaran kepada siswa. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional seperti yang saya ingat masih waktu duduk di SMP guru PKN saya menerangkan tentang UU, nah salah satunya ada Pasal berapa saya lupa yang bunyinya kurang lebih seperti ini “pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”.
Nah kita lanjut. E-learning telah mendorong demokratisasi pengajaran dan proses pembelajaran dengan memberikan kendali yang lebih besar dalam pembelajaran kepada siswa. Hal ini sangat sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan nasional seperti yang saya ingat masih waktu duduk di SMP guru PKN saya menerangkan tentang UU, nah salah satunya ada Pasal berapa saya lupa yang bunyinya kurang lebih seperti ini “pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”.
Itu bunyi kalimatnya kurang lebih seperti itu, hmm... mudah-mudahan kita bisa mencermati dari metode pembelajaran saat ini didunia pendidikan melalui peran Teknologi Informasi yang saat ini sudah tidak asing lagi dikenal masyarakat.
~~Salam semangat untuk sobat Indonesia~~
