My Diary.
to Share my Life Events

TI mengubah gaya hidup


Sobat blogger Indonesia, jujur aja dengan adanya teknologi ponsel dan internet, bukan hanya merevolusi cara kita berkomunikasi, tapi juga mampu mengubah gaya hidup kita loh. Kalo dulu saat saya bepergian harus selalu siap sedia air minum, bila perlu dibawa serta termosnya heheh, karena susah mencari penjual air minum di perjalanan. Tapi kini, teknologi industri telah merekayasa penjualan air minum dalam kemasan plastik. Nggak perlu dimasak, dan bisa langsung diminum. Sehingga, kalo kita jalan jauh nggak perlu repot-repot bawa termos berisi air minum, karena sudah banyak penjual air minum dalam kemasan lucu yah heheh.... Ketika haus, sementara kita masih di kendaraan, nggak perlu khawatir, karena suatu saat kendaraan berhenti di daerah keramaian, biasanya langsung diserbu penjaja minuman dalam kemasan. Kita bisa membelinya. Murah dan mudah didapat.

Dengan kenyataan seperti ini, selain merevolusi kebiasaan kita dalam memenuhi hajat hidup kita (dalam hal ini soal minum), juga sekaligus mengubah gaya hidup kita. Misalnya, kita akan lebih memilih membawa uang berlebih ketimbang membawa makanan atau minuman dari rumah. Selain repot, tentunya sekaligus jaim alias jaga imej. Meski pergi jauh, nggak khawatir kehausan atau kelaparan. Tinggal beli di jalan dan bekasnya bisa langsung buang ke tempat sampah. Kalo dulu mikir-mikir kan mau buang gelas dan termos bekas minum?

Sobat indonesia, itu pula yang terjadi pada teknologi infoirmasi dan komunikasi ini. Cara kita berkomunikasi memang akhirnya berubah. Kalo dulu ketika kita jauh dari ortu kita biasa berkirim surat via pos untuk berkomunikasi. Atau kalo penting banget bisa menggunakan pesan singkat melalui layanan telegram. Telepon rumah, sebagai media komunikasi verbal, memang akhirnya bisa menggantikan peran komunikasi nonverbal dari surat atau telegram. Tapi, ini juga masih terkendala dengan harganya. Sehingga masih jarang yang mau berlama-lama menelepon SLLJ apalagi SLI. Berhemat pun menjadi pilihan. Mungkin saja berkirim kabar via telepon cukup sebulan sekali atau dua minggu sekali. Kalo pengen lebih hemat lagi ya kirim surat via pos. Tapi dengan risiko dapat balasan yang nggak bisa diprediksi kapan dibalasnya.
Gaya hidup kita saat itu, adalah sesuai dengan cara kita berkomunikasi. Kalo kangen banget kita bisa pulang kampung untuk bertemu dengan orang tua kita. Padahal itu butuh waktu dan tentu biaya yang nggak sedikit. Iya kan? Ponsel, komputer, dan internet belum berkembang pesat teknologinya. Sehingga hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja. Seperti militer. Itu pun kayaknya baru di negara maju aja. Akibatnya, arus informasi tentang dunia luar hanya menerima dari stasiun televisi. Itu pun hanya satu stasiun aja, milik pemerintah. Ya, TVRI. Maka, nggak heran dong kalo mandeknya perkembangan teknologi ini berdampak pula pada gaya hidup masyarakat kita. Di kampung ya akrab dengan suasana kampungnya. Kerbau, sawah, air sungai dan mandi di pancuran yang dialiri dari mata air. Akses informasi yang terbatas mengakibatkan kita jadi hanya tahu sedikit tentang dunia luar. Ada untungnya juga sih, sehingga kasus narkoba nggak marak. Kejahatan modelnya biasa aja. Ya, sekitar maling jemuran dan maling ayam dengan cara konvensional. Sekarang nggak jamannya lagi maling begituan. Gaya hidup yang ditunjukan dengan pergaulan muda-mudi pun jaman dulu tergolong biasa aja. Memang seks bebas udah ada dari dulu. Tapi tingkat kasus dan perkembangannya nggak sedahsyat sekarang.
Oke, jadi kita sepakat ya bahwa teknologi informasi telah mengubah cara kita berkomunikasi dan tentu sekaligus mengubah gaya hidup kita dalamm pendidikan. Jika dulu harus berkirim surat via pos, kini nggak usah repot-repot, tinggal kirim SMS dan dalam hitungan detik udah nyampe. Lagian sekarang ponsel di kampung juga udah banyak orang yang punya. Sebab, BTS (base transceiver station) kini udah didirikan sampe di desa-desa. Artinya, sinyal ponsel tetap nyala. Nggak ada blank spot-nya meski di daerah terpencil. Meski kalo terpencil banget sih kayaknya tetep nggak ada sinyal deh. Pernah sih saya ngalamin kayak gitu. Hehehe…

Kita selaku pelajar gunakanlah TI dengan baik untuk kemajuan pendidikan bangsa kita, secara tidak langsun g TI mengubah gaya hidup kita serta gaya dalam hal pendidikan, tul kan? maju terus Indonesia.

~~Salam semangat~~
AGUS PERMANA AGUS PERMANA Author

Kamu Pengunjung Ke

Google+ Badge

Sobat Kang Agus