My Diary.
to Share my Life Events

Nasib Kelam Mahasiswa Film

nasib-kelam-mahasiswa-film.jpg
Just to remind you that it’s not all glory.
It’s September. Dan banyak dari lo yang mulai masuk kuliah lagi. Ada juga beberapa di antara lo yang baru masuk kuliah.
Khususon buat yang kuliah film, apalagi baru masuk kuliah, gue mau bilang selamat datang. It’s gonna be full onhardcore adventure. Kenyataan bahwa lo berani bilang ke orang tua lo bahwa lo mau kuliah film karena lo merasa bahwa film adapassion lo dan lo yakin di masa depan film akan bisa bikin lo bahagia dan sumpah demi Tuhan lo bisa hidup dari film, gue mau bilang congrats. Lo udah ngebuktiin bahwa lo punya nyali. Karena kenyataannya… udahlah. Lo akan tau sendiri nantinya.
It’s super fun though.
Di sini, gue akan mau share sedikit, pengalaman-pengalaman gue (dan juga teman-teman gue, baik mahasiswa film yang masih kuliah atau yang sudah lulus) tentang apa yang terjadi ketika lo bilang mahasiswa film ke sanak saudara, kenalan baru, kecengan di Instagram atau bahkan inceran lo di Tinder bahwa lo adalah mahasiswa film.
Like I said before, it’s not all glory.
But trust me, it’s gonna be funny in the near future.
#1 “Oh, kuliah film. Kalo lulus ntar bakalan jadi sutradara dong?”
Klise memang. Tapi itulah yang akan terjadi. Bukan salah mereka. Orang awam taunya di dunia film cuman ada sutradara, pemain, penulis skrip, atau produser. Mereka biasanya mikir bahwa produser adalah orang yang duitnya banyak. Bukan salah mereka juga. Karena itu emang bukan pengetahuan umum. Mereka nggak tau bahwa ada sebegitu banyak job desk di dunia film. Kalo udah gini, lo bisa hepi dan nyengir jelasin bahwa lo ntar maunya jadi apa. Atau lo dorong dia sampe nyebur got. Tergantung siapa yang nanya.
#2 “Oh, lo kuliah film. Bikin sinetron dong?”
Biasanya kalimat ini dikeluarkan sama sanak saudara yang terakhir kali nonton bioskop adalah ketika Eva Arnaz masih menjadi bintang idola. Kalo udah begini, diem aja santai. Nggak usah emosi walopun lo tau bahwa film sama tv adalah medium yang berbeda.
#3 “Wah hebat lo anak film. Pernah ketemu Syahrini nggak? Kayak gimana orangnya?”
Jangan sedih. Ini kejadian sama gue. Nggak hanya Syahrini, hampir semua seleb yang kebanyakan nongol di tv akan ditanya apakah lo kenal atau nggak. Mereka nggak peduli kalo lo pernah megangin bajunya Shailene Woodley pas dia syuting, misalnya. Mereka lebih care kalo lo pernah berada di tempat yang sama dengan Nagita Slavina atau Ravi Ahmad. Nggak papa. Iyain aja. Atau bilang aja lo punya nomer whatsapp mereka. Pasti mereka hepi banget.
#4 “Wah anak film. Tante punya cerita bagus banget buat difilmin.”
Dan 90% dari cerita yang diceritain sama sodara ini levelnya setara dengan surat pembaca di Majalah Anita—sori atas referensi yang super outdated ini. Kebanyakan isinya membosankan, tanpa poin dan banyak banget karakternya. Ya bisalah kalo dibikin arthouse ala-ala gitu. Dan ya, di saat begini, lo senyum aja. Bilang aja menarik.
#5 “Udah bikin film apa aja?”
Jangan sakit hati kalo lo bilang lo baru bikin film pendek. Mereka cuman berharap lo udah pernah syuting sama Raditya Dika.
#6 “Ajak Om main dong. Om bisa akting lho.”
Dan ketika lo serius untuk test screening, level akting doi sama dengan semua pemain di filmnya AA Gatot yang baru. Tapi nggak sedikit juga yang ternyata punya keahlian akting.
#7 “Dian Sastro kalo di lokasi suka makan apa?”
Dan ketika lo bilang bahwa Dian Sastro makan nasi dan sayur daun singkong seperti kita semua, lo akan melihat wajah mereka berubah jadi kecewa. Mereka berharap bahwa Dian Sastro makannya makanan super fancy yang aneh.
#8 “Bener nggak sih kalo si Anu itu begitu…”
Dan lo cuman bisa senyum garing karena lo kenal aja nggak.
#9 “Kenal sama Riri Riza nggak? Aku punya cerita yang kayaknya kalo difilmin sama dia bakalan box office.”
Dan cerita yang di-propose adalah cerita dia kecebur got waktu tujuh belasan tahun 94.
#10 “Oh, lo anak film. Pasti jago megang kamera dong. Fotoin kita dong. Yang bagus ya. Buat Instagram nih.”
Kalo lo emang nggak jago soal kamera-kameraan, yang bisa lo lakukan antara senyum dan nurut atau ambil hape dia dan lemparin ke aspal. Sekali lagi, tergantung siapa yang bilang ini.

sumber : http://www.provoke-online.com/index.php/candra-aditya/6629-nasib-kelam-mahasiswa-film
  •  
Media Kreatif Media Kreatif Author

Kamu Pengunjung Ke

Google+ Badge

Sobat Kang Agus