Tampilkan postingan dengan label Ruang Film Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Film Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Jambore Film Remaja Sukabumi 2017
05.50.00
JAMBORE FILM REMAJA SUKABUMI
(JFRS 2017)
A.
PROLOG
Jambore Film
Remaja Sukabumi (JFRS) merupakan festival film yang diselenggarakan oleh Ekstrakurikuler
Pasim Journalist Club dan Jurusan Broadcasting Tv SMK Pasim Plus atas kerjasama
dengan Ruang Film Sukabumi yang
dikemas dengan sederhana, mengasyikan namun banyak manfaat. Berfokus
pada film pendek karya Pelajar, Jambore Film Remaja Sukabumi memberikan
kesempatan kepada pelajar seluruh Sukabumi untuk belajar dan menunjukan karya
film mereka pada sesama pelajar, mahasiswa, komunitas dan pegiat film serta
khalayak umum.
Di tahun
pertama, festival ini mengusung pelajar sebagai fokus utamanya, dengan rangkaian program kompetisi dan
non-kompetisi yang bermain di ranah pendidikan. Selain program kompetisi, kami
juga menyuguhkan program non- kompetisi yang akan menayangkan film-film pendek
bertemakan pelajar dari Sukabumi dan Nusantara serta beberapa program
diantaranya Kelas Remaja, Sisnema Layar Kami, Temu Komunitas dan yang spesial
yaitu Pasim memberikan kesempatan kepada pelajar Sukabumi untuk belajar membuat film di Kelas Produksi/workshop
pembuatan film. Tahun ini, kami juga ingin mengembangkan budaya menonton di Sukabumi
dengan mengadakan berbagai program Layar Tancep sebagai ruang menonton masyarakat.
Penjelasan program secara detail dapat dilihat di bawah.
B. TUJUAN
1. Belajar
bersama memahami dan menggunakan film sebagai sarana pendidikan kritis,
ekspresi seni, komunikasi dan pengembangan kebudayaan.
2. Berbagi
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan pembuatan film, khususnya pemanfaatan sumber daya yang ada di dalam dan
sekitar komunitas.
3. Bersilaturahmi
antarkomunitas pelajar yang memiliki minat belajar film serta menumbuhkembangkan
kepedulian berbagai pihak dalam mendukung kegiatan film di lingkungan komunitas
film pelajar dan sekitarnya demi mendorong pembangunan Sukabumi.
4. Program nyata
edukasi SMK Pasim Plus terhadap pelajar Sukabumi dengan tema“Pasim Berbagi”
C.
PROGRAM NON-KOMPETISI
a.
KELAS REMAJA
Adalah ruang
untuk pelajar yang menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan Jambore Film
Remaja Indonesia dan sudah mendaftar
terlebih dahulu. Acara ini akan dibuka dengan perkenalan antar pelajar.
Kemudian diikuti oleh perkenalan semua komunitas dengan mini games. Rangkaian
kelas ini akan memantik pelajar untuk saling mencurahkan gagasannya, bahwa penting untuk memahami dan
bersikap terkait narkoba, sex bebas, kekerasan, intimidasi, kebencian hingga
radikalisme yang pernah mereka lihat maupun rasakan sendiri. Bahwa dengan
memahami pangkal persoalan, harapannya para pelajar mampu merumuskan rencana
tindak lanjut yang paling tepat yang mampu disesuaikan dengan konteks
permasalahan dan situasi di daerah mereka masing-masing. Tentunya hal ini
semata-mata untuk mendukung terciptanya
aksi-gerakan persahabatan dan perdamaian yang hakiki.
b. KELAS PRODUKSI
Diisi oleh
materi mengenai produksi film pendek dimana peserta dikenalkan dan dibimbim
mulai dari tata kamera, tata cahaya, suara, penyutradaraan, manajemen produksi,
hingga paska produksi. Kelas ini dibimbing oleh tenaga pendidik dari SMK Pasim
Plus dan praktisi film yang kompeten dibidangnya yang turun langsung ke sekolah-sekolah
atau komunitas yang sudah mendaftar dan siap menjadi peserta Workshop Film
Pemula dengan tugas akhir membuat sebuah karya berbentuk film pendek yang
nantinya diikutsertakan dalam program kompetisi Jambore Film Remaja Sukabumi.
c. SINEMA LAYAR KAMI
Penayangan
film panjang yang dapat dinikmati masyarakat umum. Program ini dibuat untuk
memberikan ruang kepada warga Sukabumi
untuk merayakan festival film dengan konsep yang ‘merakyat’ dengan
menyediakan jajanan tradisional dan ruang tonton layar tancap.
d. TEMU KOMUNITAS
Adalah ruang
untuk komunitas yang menyempatkan diri untuk datang ke Jambore Film Remaja
Sukabumi dan sudah mendaftar terlebih dahulu. Acara ini akan dibuka dengan
penayangan film pendek karya sineas
Indonesia, Kemudian diikuti oleh perkenalan semua komunitas dengan
presentasi komunitas dan mini games. Setelah itu acara bebas sambil menunggu malam penganugrahan peserta diperbolehkan untuk
menikmati kopi, teh dan makanan tradisional yang disediakan panitia.
D.
PROGRAM NON-KOMPETISI
a. KETENTUAN KOMPETISI
1. Pendaftaran
Rp. 50.000/film (khusus pelajar SMA/SMK/MA), bagi pelajar SMP gratis
2. Karya FIKSI (live action) dan DOKUMENTER
bertema bebas.
3. Durasi
maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
4. Kompetisi
ini untuk pelajar SMP/setara dan SMA/setara dari wilayah
Kota/Kab.
Sukabumi-Jawa Barat
5. Tahun
produksi 2013-sekarang.
6. Karya
dibuat individu atau kelompok, dalam satu sekolah yang sama atau berbeda, dan
dikirimkan atas nama sekolah yang diikuti sutradara.
7. Tim
pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting
(dibuktikan dengan photocopy/scan kartu pelajar terbaru, minimal yang dimiliki
oleh sutradaranya).
8. Boleh
mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
9. Karya
yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
10. Karya
dikirimkan dalam bentuk cakram DVD (PAL system) file .avi atau .mp4 paling
lambat 10 Februari 2017 pukul 23.00 WIB bersama dengan formulir pendaftaran
yang sudah diisi dan kelengkapan karya lainnya. Tiap 1 (satu) DVD berisi 1
(satu) karya dan dikirim ke:
Panitia
Jambore Film Remaja Sukabumi
Gedung SMK Pasim
Plus- Jl. Prana No.8A Cikole Kota Sukabumi
Telp.
0857-2458-5795
11.
Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam
karya tidak boleh menggunakan milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari
pembuatnya. Peserta bertanggung jawab
sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
12. Hak
cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi
terkait JFRS, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk
ditampilkan di situs FilmPelajar.com dan media/lembaga nirlaba lainnya.
13.
Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari
didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara
berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.
b. JURI UTAMA
1.
Perwakilan dari Sukabumi Movie Award
2.
Perwakilan dari Karyawan Film dan Televisi Indonesia-Korda Sukabumi
3. Perwakilan
dari Ruang Film Sukabumi
c. JURI SELEKSI
Tim Panitia
Jambore Film Remaja Sukabumi 2017
d. PENGHARGAAN
1. Film terbaik I
Mendapatkan uang pembinaan, Piala dan Piagam
+ Tayang di Subi Tv
2. Film terbaik II
Mendapatkan uang pembinaan, Piala dan Piagam
+ Tayang di Subi Tv
3. Sutradara
terbaik
Mendapatkan Piagam
4. Kameramen
terbaik
Mendapatkan Piagam
5.
Ide/naskah terbaik
Mendapatkan Piagam
6. Editor
terbaik
Mendapatkan Piagam
7. Poster
terbaik
Mendapatkan Piagam
8. Seluruh
karya yang lolos seleksi mendapatkan Piagam dari Panitia Jambore Film Remaja
Sukabumi 2017 + Tayang di Subi Tv
e. SEKRETARIAT PENERIMAAN KARYA
Gedung SMK Pasim Plus-Jl. Prana No.8A Cikole
Kota Sukabumi
HP: 085724585795
Email : jamborefilm@gmail.com
FB: Jambore Film Remaja Sukabumi
IG: Jamborefilm
E. PELAKSANAAN
a. Non-
Kompetisi
1. Technical Meeting & Kelas Remaja
Hari/tanggal
: Kamis, 12 Januari 2017
Waktu : 08.00 - selesai
Tempat : Kampus SMK Pasim Plus
2. Kelas Produksi/Workshop
Pembuatan Profil Sekolah
Hari/tanggal
: Kamis, 14 Januari - 10
Februari 2017
Waktu : 08.00 - selesai (Selama 3 hari)
Tempat : Sekolah
masing-masing
Keterangan : Jadwal
disesuaikan pihak sekolah pendaftar
3. Sinema Layar Kami/Pemutaran
Film
Hari/tanggal
: Sabtu, 04 Februari 2017
Waktu : 19.00 - selesai
Tempat : Taman
Cikondang Kota Sukabumi
4. Temu
Komunitas/Pelajar Bicara Film
Hari/tanggal
: Sabtu, 14 Februari 2017
Waktu : 13.00 - 12.00
Tempat : SMK Pasim Plus
b. Kompetisi
Screening & Penganugrahan Pemenang Lomba Pembuatan FIlm
Hari/tanggal
: Sabtu-Minggu, 14-15 Februari 2017
Waktu : 15.00 - selesai
Tempat : Gedung Juang 45
===
RFS Ikut Program Forum Komunitas di JAFF 2016
01.11.00
Kini pergerakan komunitas
film terasa semakin kuat dan tak terpatahkan, bahkan menyusup hingga ke
pelosok daerah di Indonesia. Apabila dicermati melalui berbagai media
online ataupun media sosial, bisa dikatakan bahwa hampir selalu ada
kegiatan pemutaran film dalam bentuk pemutaran reguler maupun festival
film yang digelar di setiap bulan. Ditambah lagi, kegiatan tersebut
digelar secara sukarela atau lewat penggalangan dana dengan satu tujuan
sederhana, yaitu menyediakan tempat bagi para sineas untuk menunjukkan
karyanya. Tak jarang, forum diskusi langsung dengan para penonton secara
langsung juga dilakukan.
Berawal dari mimpi dan dipacu dengan semangat berkarya,
komunitas menjadi semakin produktif dalam memproduksi film dan membuka
ruang pemutaran, walau terkadang hanya bermodal kenekatan yang ditopang
oleh kemajuan teknologi semata. Namun, belum adanya pemetaan yang cukup
valid untuk membaca fenomena muncul dan tenggelamnya komunitas film di
Indonesia, segala potensi, persoalan yang dihadapi serta siasat-siasat
untuk bertahan dan terus berkembang, mendorong kami untuk menghadirkan
program diskusi khusus bertajuk Pemetaan Komunitas Film di Indonesia.
Diskusi ini diisi oleh Cinema Poetica Research Center, sebuah lembaga
kajian dan riset, dan diharapkan dapat menjadi udara segar untuk
meninjau lebih lanjut peran komunitas film dalam dunia perfilman
nasional.
Di era Milenial, kemunculan media-media alternatif sebagai
sarana penghubung antara pelaku bisnis yang memerlukan ide atau konten
video dengan komunitas sebagai penyedia konten kreatif menjadi sorotan
kami selanjutnya. Untuk membicarakan hal ini kami mengundang Yoodeo dan
Layaria untuk memberikan tawaran baru bagi komunitas. Selain itu,
menjamurnya layar alternatif sebagai ruang yang dibentangkan oleh
komunitas film demi membangun ekosistem menonton film di daerah, membuat
kami tergerak untuk menyuguhkan workshop Pengelolaan Komunitas
Pemutaran dengan pembicara dari Kolektif yang bertujuan untuk memberikan
pendidikan film non-formal bagi komunitas.
Kami juga mendapatkan dukungan tambahan lewat kehadiran
Kaninga Cinema yang akan mengajak komunitas film untuk membuat bioskop
berkonsep mikrosinema atau bioskop mini dengan memanfaatkan ruang-ruang
kosong di berbagai daerah seperti balai desa, gedung serbaguna hingga
gedung olahraga dan mengubahnya menjadi tempat menonton film. Nantinya
diharapkan bahwa permasalahan kekurangan ruang memutar dan ruang
menonton dapat teratasi.
Ketika ruang untuk memutar sudah diperbanyak, maka
kualitas film pun juga harus ditingkatkan. Oleh karena itu, workshop
Journey From Camera to Screen dari Focused Education kami berikan
sebagai bentuk upaya menjaga dan meningkatkan kualitas film yang
diproduksi.
Tanpa menghilangkan agenda rutin dari forum komunitas,
presentasi komunitas tahun ini akan dihadiri oleh 6 Komunitas dari 5
Pulau di Indonesia, yakni Beta Films Ambon, Komunitas Kedung Kebumen,
Komunitas Photography Conceptual Cinematography Banjarmasin, Ambataro
Production Kendari, Ruang Film Sukabumi, dan Tanah Indie Makassar.
A. Yani, Fauzi Rahmadani, Aulia Rizky, Said Nurhidayat