My Diary.
to Share my Life Events
Tampilkan postingan dengan label Ruang Film Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Film Sukabumi. Tampilkan semua postingan

Jambore Film Remaja Sukabumi 2017



JAMBORE FILM REMAJA SUKABUMI
(JFRS 2017)

A.      PROLOG
Jambore Film Remaja Sukabumi (JFRS) merupakan festival film yang diselenggarakan oleh Ekstrakurikuler Pasim Journalist Club dan Jurusan Broadcasting Tv SMK Pasim Plus atas kerjasama dengan Ruang Film Sukabumi yang dikemas dengan sederhana, mengasyikan namun banyak manfaat. Berfokus pada film pendek karya Pelajar, Jambore Film Remaja Sukabumi memberikan kesempatan kepada pelajar seluruh Sukabumi untuk belajar dan menunjukan karya film mereka pada sesama pelajar, mahasiswa, komunitas dan pegiat film serta khalayak umum.
Di tahun pertama, festival ini mengusung pelajar sebagai fokus utamanya,  dengan rangkaian program kompetisi dan non-kompetisi yang bermain di ranah pendidikan. Selain program kompetisi, kami juga menyuguhkan program non- kompetisi yang akan menayangkan film-film pendek bertemakan pelajar dari Sukabumi dan Nusantara serta beberapa program diantaranya Kelas Remaja, Sisnema Layar Kami, Temu Komunitas dan yang spesial yaitu Pasim memberikan kesempatan kepada pelajar Sukabumi untuk  belajar membuat film di Kelas Produksi/workshop pembuatan film. Tahun ini, kami juga ingin mengembangkan budaya menonton di Sukabumi dengan mengadakan berbagai program Layar Tancep sebagai ruang menonton masyarakat. Penjelasan program secara detail dapat dilihat di bawah.

B. TUJUAN
1. Belajar bersama memahami dan menggunakan film sebagai sarana pendidikan kritis, ekspresi seni, komunikasi dan pengembangan kebudayaan.
2. Berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan pembuatan film, khususnya  pemanfaatan sumber daya yang ada di dalam dan sekitar komunitas.
3. Bersilaturahmi antarkomunitas pelajar yang memiliki minat belajar film serta menumbuhkembangkan kepedulian berbagai pihak dalam mendukung kegiatan film di lingkungan komunitas film pelajar dan sekitarnya demi mendorong pembangunan Sukabumi.
4. Program nyata edukasi SMK Pasim Plus terhadap pelajar Sukabumi dengan tema“Pasim Berbagi”

C.  PROGRAM NON-KOMPETISI
 a.  KELAS REMAJA
Adalah ruang untuk pelajar yang menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan Jambore Film Remaja Indonesia  dan sudah mendaftar terlebih dahulu. Acara ini akan dibuka dengan perkenalan antar pelajar. Kemudian diikuti oleh perkenalan semua komunitas dengan mini games. Rangkaian kelas ini akan memantik pelajar untuk saling mencurahkan  gagasannya, bahwa penting untuk memahami dan bersikap terkait narkoba, sex bebas, kekerasan, intimidasi, kebencian hingga radikalisme yang pernah mereka lihat maupun rasakan sendiri. Bahwa dengan memahami pangkal persoalan, harapannya para pelajar mampu merumuskan rencana tindak lanjut yang paling tepat yang mampu disesuaikan dengan konteks permasalahan dan situasi di daerah mereka masing-masing. Tentunya hal ini semata-mata untuk mendukung terciptanya  aksi-gerakan persahabatan dan perdamaian yang hakiki.
b.  KELAS PRODUKSI
Diisi oleh materi mengenai produksi film pendek dimana peserta dikenalkan dan dibimbim mulai dari tata kamera, tata cahaya, suara, penyutradaraan, manajemen produksi, hingga paska produksi. Kelas ini dibimbing oleh tenaga pendidik dari SMK Pasim Plus dan praktisi film yang kompeten dibidangnya yang turun langsung ke sekolah-sekolah atau komunitas yang sudah mendaftar dan siap menjadi peserta Workshop Film Pemula dengan tugas akhir membuat sebuah karya berbentuk film pendek yang nantinya diikutsertakan dalam program kompetisi Jambore Film Remaja Sukabumi.
c.  SINEMA LAYAR KAMI
Penayangan film panjang  yang dapat dinikmati  masyarakat umum. Program ini dibuat untuk memberikan ruang kepada warga Sukabumi  untuk merayakan festival film dengan konsep yang ‘merakyat’ dengan menyediakan jajanan tradisional dan ruang tonton layar tancap.
d.  TEMU KOMUNITAS
Adalah ruang untuk komunitas yang menyempatkan diri untuk datang ke Jambore Film Remaja Sukabumi dan sudah mendaftar terlebih dahulu. Acara ini akan dibuka dengan penayangan film pendek karya sineas  Indonesia, Kemudian diikuti oleh perkenalan semua komunitas dengan presentasi komunitas dan mini games. Setelah itu acara bebas sambil menunggu malam penganugrahan peserta diperbolehkan untuk menikmati kopi, teh dan makanan tradisional yang disediakan panitia.


D.  PROGRAM NON-KOMPETISI
a. KETENTUAN KOMPETISI
1. Pendaftaran Rp. 50.000/film (khusus pelajar SMA/SMK/MA), bagi pelajar SMP gratis
2. Karya FIKSI (live action) dan DOKUMENTER bertema bebas.
3. Durasi maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).
4. Kompetisi ini untuk pelajar SMP/setara dan SMA/setara dari wilayah
Kota/Kab. Sukabumi-Jawa Barat
5. Tahun produksi 2013-sekarang.
6. Karya dibuat individu atau kelompok, dalam satu sekolah yang sama atau berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah yang diikuti sutradara.
7. Tim pembuat film adalah pelajar yang masih aktif saat melakukan produksi/shooting (dibuktikan dengan photocopy/scan kartu pelajar terbaru, minimal yang dimiliki oleh sutradaranya).
8. Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.
9. Karya yang pernah mengikuti festival/kompetisi lain boleh diikutsertakan.
10. Karya dikirimkan dalam bentuk cakram DVD (PAL system) file .avi atau .mp4 paling lambat 10 Februari 2017 pukul 23.00 WIB bersama dengan formulir pendaftaran yang sudah diisi dan kelengkapan karya lainnya. Tiap 1 (satu) DVD berisi 1 (satu) karya dan dikirim ke:
Panitia Jambore Film Remaja Sukabumi
Gedung SMK Pasim Plus- Jl. Prana No.8A Cikole Kota Sukabumi
Telp. 0857-2458-5795
11. Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, grafis, dll) yang digunakan dalam karya tidak boleh menggunakan milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Peserta bertanggung jawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.
12. Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi dan edukasi terkait JFRS, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di situs FilmPelajar.com dan media/lembaga nirlaba lainnya.
13. Keputusan juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat. Jika dikemudian hari didapatkan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan yang sudah diberikan.

b. JURI UTAMA
1. Perwakilan dari Sukabumi Movie Award
2. Perwakilan dari Karyawan Film dan Televisi Indonesia-Korda Sukabumi
3. Perwakilan dari Ruang Film Sukabumi

c. JURI SELEKSI
Tim Panitia Jambore Film Remaja Sukabumi 2017

d. PENGHARGAAN
1. Film terbaik I
   Mendapatkan uang pembinaan, Piala dan Piagam + Tayang di Subi Tv
2. Film terbaik II
   Mendapatkan uang pembinaan, Piala dan Piagam + Tayang di Subi Tv
3. Sutradara terbaik
    Mendapatkan Piagam
4. Kameramen terbaik
    Mendapatkan Piagam
5. Ide/naskah terbaik
    Mendapatkan Piagam
6. Editor terbaik
    Mendapatkan Piagam
7. Poster terbaik
    Mendapatkan Piagam
8. Seluruh karya yang lolos seleksi mendapatkan Piagam dari Panitia Jambore Film Remaja Sukabumi 2017 + Tayang di Subi Tv

e. SEKRETARIAT PENERIMAAN KARYA
Gedung SMK Pasim Plus-Jl. Prana No.8A Cikole Kota Sukabumi
HP: 085724585795
Email : jamborefilm@gmail.com
FB: Jambore Film Remaja Sukabumi
IG: Jamborefilm

E. PELAKSANAAN
a.      Non- Kompetisi
1.      Technical Meeting & Kelas Remaja
Hari/tanggal : Kamis, 12 Januari 2017
Waktu : 08.00 - selesai
Tempat : Kampus SMK Pasim Plus
2.      Kelas Produksi/Workshop Pembuatan Profil Sekolah
Hari/tanggal : Kamis, 14 Januari - 10 Februari 2017
Waktu : 08.00 - selesai (Selama 3 hari)
Tempat : Sekolah masing-masing
Keterangan : Jadwal disesuaikan pihak sekolah pendaftar
3.      Sinema Layar Kami/Pemutaran Film
Hari/tanggal : Sabtu, 04 Februari 2017
Waktu : 19.00 - selesai
Tempat : Taman Cikondang Kota Sukabumi
4.      Temu Komunitas/Pelajar Bicara Film
Hari/tanggal : Sabtu, 14 Februari 2017
Waktu : 13.00 - 12.00
Tempat : SMK Pasim Plus

b.      Kompetisi
Screening & Penganugrahan Pemenang Lomba Pembuatan FIlm
Hari/tanggal : Sabtu-Minggu, 14-15 Februari 2017  
Waktu : 15.00 - selesai
Tempat : Gedung Juang 45

===
Agus Permana Agus Permana Author

RFS Ikut Program Forum Komunitas di JAFF 2016

Kini pergerakan komunitas film terasa semakin kuat dan tak terpatahkan, bahkan menyusup hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Apabila dicermati melalui berbagai media online ataupun media sosial, bisa dikatakan bahwa hampir selalu ada kegiatan pemutaran film dalam bentuk pemutaran reguler maupun festival film yang digelar di setiap bulan. Ditambah lagi, kegiatan tersebut digelar secara sukarela atau lewat penggalangan dana dengan satu tujuan sederhana, yaitu menyediakan tempat bagi para sineas untuk menunjukkan karyanya. Tak jarang, forum diskusi langsung dengan para penonton secara langsung juga dilakukan.
Berawal dari mimpi dan dipacu dengan semangat berkarya, komunitas menjadi semakin produktif dalam memproduksi film dan membuka ruang pemutaran, walau terkadang hanya bermodal kenekatan yang ditopang oleh kemajuan teknologi semata. Namun, belum adanya pemetaan yang cukup valid untuk membaca fenomena muncul dan tenggelamnya komunitas film di Indonesia, segala potensi, persoalan yang dihadapi serta siasat-siasat untuk bertahan dan terus berkembang, mendorong kami untuk menghadirkan program diskusi khusus bertajuk Pemetaan Komunitas Film di Indonesia. Diskusi ini diisi oleh Cinema Poetica Research Center, sebuah lembaga kajian dan riset, dan diharapkan dapat menjadi udara segar untuk meninjau lebih lanjut peran komunitas film dalam dunia perfilman nasional.
Di era Milenial, kemunculan media-media alternatif sebagai sarana penghubung antara pelaku bisnis yang memerlukan ide atau konten video dengan komunitas sebagai penyedia konten kreatif menjadi sorotan kami selanjutnya. Untuk membicarakan hal ini kami mengundang Yoodeo dan Layaria untuk memberikan tawaran baru bagi komunitas. Selain itu, menjamurnya layar alternatif sebagai ruang yang dibentangkan oleh komunitas film demi membangun ekosistem menonton film di daerah, membuat kami tergerak untuk menyuguhkan workshop Pengelolaan Komunitas Pemutaran dengan pembicara dari Kolektif yang bertujuan untuk memberikan pendidikan film non-formal bagi komunitas.
Kami juga mendapatkan dukungan tambahan lewat kehadiran Kaninga Cinema yang akan mengajak komunitas film untuk membuat bioskop berkonsep mikrosinema atau bioskop mini dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di berbagai daerah seperti balai desa, gedung serbaguna hingga gedung olahraga dan mengubahnya menjadi tempat menonton film. Nantinya diharapkan bahwa permasalahan kekurangan ruang memutar dan ruang menonton dapat teratasi.
Ketika ruang untuk memutar sudah diperbanyak, maka kualitas film pun juga harus ditingkatkan. Oleh karena itu, workshop Journey From Camera to Screen dari Focused Education kami berikan sebagai bentuk upaya menjaga dan meningkatkan kualitas film yang diproduksi.
Tanpa menghilangkan agenda rutin dari forum komunitas, presentasi komunitas tahun ini akan dihadiri oleh 6 Komunitas dari 5 Pulau di Indonesia, yakni Beta Films Ambon, Komunitas Kedung Kebumen, Komunitas Photography Conceptual Cinematography Banjarmasin, Ambataro Production Kendari, Ruang Film Sukabumi, dan Tanah Indie Makassar.
A. Yani, Fauzi Rahmadani, Aulia Rizky, Said Nurhidayat

Agus Permana Agus Permana Author

Kamu Pengunjung Ke

Sobat Kang Agus